Example floating
Example floating
OPINI

Parenting Pra-Nikah: Mencegah Toxic Parenting Sejak Dini

515
×

Parenting Pra-Nikah: Mencegah Toxic Parenting Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Cyta Ayu Angraini (Foto ist)

OLEH

Cyta Ayu Angraini, Irmawati, Muhammad Ikhsan

POLA asuh orang tua  memiliki peranan yang besar dalam pembentukan jati diri anak. Namun tak semua orang tua bisa memahami hal ini dengan baik, padahal kesalahan dalam mendidik anak bisa menimbulkan dampak negatif dan bisa menjadi pemicu munculnya permasalahan yang lain.

Berdasarkan data yang didapatkan dari website Siloam Hospitals masalah kenakalan remaja disertai dengan terdapatnya pola asuh yang salah, banyak dijumpai di Indonesia. Salah satu faktor yang menjadi  penyebab munculnya permasalahan tersebut karena kurangnya pengawasan dari orang  tua.

Saat ini banyak ditemui kenakalan remaja bahkan beberapa diantara mereka juga menjadi pelaku dari tindakan criminal. Dari data yang didapatkan di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan bahwa sebanyak 655 anak harus menjalani proses hukum akibat terlibat pada pelaku kekerasaan pada periode tahun 2016-2020.

Hal ini tentunya menjadi sebuah peringatan bagi para orang tua maupun calon orang tua untuk menyiapkan pola asuh yang baik bagi anak. Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa dengan melakukan didikan yang keras untuk anak bukannya membuat anak menjadi pribadi yang baik melainkan menjadi pribadi yang tertutup dan pendendam.

Hal ini karena anak menganggap orang tuanya sebagai saingan bukan sebagai tempat yang aman untuk menceritakan keluh kesah, sehingga anak akan berusaha untuk mencari suasana yang bisa dijadikan tempat berkeluh kesah untuk dirinya dan hal ini lah yang bisa menjerumuskan anak pada pergaulan yang tidak sehat.

Parenting Pra-Nikah tentunya dapat memberi kesadaran bagi calon orang tua tentang bagaimana pola pengasuhan anak yang baik terutama untuk menghadapi anak remaja yang berada di fase emas. Hal ini memiliki peranan penting untuk mencegah sikap toxic dalam mendidik anak, contohnya terlalu posesif pada anak, membatasi pergaulan anak, mendidik anak dengan didikan yang keras, tidak mau menerima pendapat anak sehingga anak yang dididik dengan cara demikian akan menjadi pribadi yang tertutup, keras kepala, dan juga bisa menjadi orang yang anti sosial.

Baca Juga:  Politik Identitas: Antara Kepentingan Agama dan Kepentingan Negara

Parenting Pra-Nikah ini sendiri akan berfokus pada calon orang tua yang ingin memiliki anak dengan berbagai tantangan maupun kesiapan lainnya. Adapun persiapan yang dapat dilakukan yaitu berupa bagaimana pemahaman terhadap tumbuh kembang anak, bagaimana cara meregulasi emosi yang baik didepan anak, serta juga dapat dilakukan melalui bagaimana menciptakan komunikasi yang sehat dalam keluarga.

Tentunya hal ini tidak banyak dilakukan terlebih lagi di era digitalisasi ini, para orang tua maupun calon orang tua seringkali tidak memperhatikan hal kecil dari karakter anaknya, contohnya merasa cukup membiayai anak dengan finansial tanpa didasari dengan komunikasi maupun pendekatan dengan anak.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69