“Kita tahu banyak kegiatan yang ditunda, tingginya angka defisit tetapi diupayakan ke depannya lebih baik. Apalagi bulan agustus nanti pilkada Kota Pangkalpinang akan diadakan dan kita mau bisa berjalan secara kondusif,” kata Abang Hertza.
Hertza juga berharap dalam anggaran pemilukada itu tidak bersumber dari APBD tetapi kalau bisa bersumber dari pusat menggunakan APBN murni, karena kondisi keuangan kota yang defisit.
“Dalam keadaan apapun itu komunikasi kita tetap nyambung, silaturahmi tidak terlepas apapun permasalahan itu kadang kala terjadi karena kurangnya komunikasi,” kata Abang Hertza.
Kata Hertza lebih lanjut, diharapkan Kota Pangkalpinang dapat menjadi pilot project atau contoh bagi kabupaten lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Semoga Kota Pangkalpinang lebih baik kedepannya,” pungkasnya. (*)
(Sumber Diskominfo)







