Example floating
Example floating
OPINI

Kajian Aktivitas Wisata dan Perikanan Tradisional di Pantai Pukan Bangka Belitung

543
×

Kajian Aktivitas Wisata dan Perikanan Tradisional di Pantai Pukan Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini

OLEH Zerli Selvika, S.Kel., M.Si.

 

Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dikenal memiliki kekayaan potensi wisata bahari. Salah satu destinasi yang cukup menonjol adalah Pantai Pukan, yang terletak tidak jauh dari pusat Kota Pangkalpinang. Pantai ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik dari wilayah lokal maupun dari luar daerah, sekaligus berperan sebagai kawasan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang berbasis sumber daya kelautan.

Pantai Pukan memiliki karakteristik pantai yang landai dengan kemiringan perairan yang relatif rendah, sehingga aman dan nyaman untuk berbagai aktivitas wisata. Keadaan topografi ini memungkinkan para wisatawan, khususnya keluarga dan anak-anak, untuk beraktivitas dengan leluasa di sepanjang garis pantai.

Aktivitas yang umum dilakukan meliputi mandi laut, berenang, serta bermain bola di area pantai, terutama ketika air laut sedang surut. Pada saat surut, garis pantai Pantai Pukan dapat mundur cukup jauh hingga puluhan meter dari bibir pantai, menciptakan hamparan pasir yang luas. Kondisi ini tidak hanya memberikan ruang yang lebih luas untuk kegiatan rekreasi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi tradisional seperti penangkapan ikan secara manual.

Sebaliknya, ketika air laut pasang, ketinggian air tetap berada pada level yang relatif aman untuk berenang dan bermain air di tepian pantai. Kombinasi keindahan alam, keamanan area pesisir, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi lokal menjadikan Pantai Pukan sebagai salah satu kawasan wisata pesisir yang potensial untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan di Bangka Belitung.

Selain dikenal sebagai lokasi wisata, Pantai Pukan juga memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat lokal, khususnya dalam sektor perikanan tradisional. Masyarakat setempat, serta sebagian wisatawan yang tertarik pada aktivitas bahari, memanfaatkan pantai ini untuk melakukan penangkapan ikan secara tradisional. Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah “nebak”, yakni istilah lokal dari Bangka yang merujuk pada teknik menangkap ikan menggunakan jaring insang (gillnet).

Baca Juga:  Katak Dalam Tempurung, Pemenang Belum Ditentukan!

Metode nebak dilakukan dengan menebar jaring ke perairan dangkal atau sedang yang diketahui sebagai jalur lintasan ikan. Jaring yang digunakan memiliki ukuran mata jaring (mesh size) yang bervariasi, disesuaikan dengan jenis ikan target dan kondisi perairan. Setelah ditebar, jaring dibiarkan mengambang atau tenggelam untuk beberapa waktu.

Ikan-ikan yang berenang melintasi jaring akan terperangkap karena bagian tubuh mereka khususnya insang  tersangkut pada mata jaring. Kegiatan nebak biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari, tergantung pada pola pergerakan ikan dan kondisi cuaca. Aktivitas ini dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok, bergantung pada ukuran jaring dan ketersediaan tenaga kerja. Dari sisi ekologi, metode ini tergolong ramah lingkungan, karena tidak merusak dasar laut dan cenderung selektif terhadap jenis serta ukuran ikan yang tertangkap.

Lebih dari sekadar metode penangkapan, praktik nebak juga merupakan bagian dari budaya dan tradisi masyarakat pesisir Bangka Belitung. Bagi sebagian masyarakat, aktivitas ini menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, sementara bagi lainnya juga menjadi sumber penghasilan tambahan.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69