Example floating
Example floating
OPINI

Katak Dalam Tempurung, Pemenang Belum Ditentukan!

487
×

Katak Dalam Tempurung, Pemenang Belum Ditentukan!

Sebarkan artikel ini
Ketua PEKA Bangka Belitung, Suwanto Kahir, S.H.,.M.H. (Foto Ist)

Oleh Suwanto Kahir, S.H.,.M.H.

PERNYATAAN Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, ketika memberikan ucapan selamat kepada Hidayat Arsani sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung  pada momen HUT Partai Golkar pada beberapa hari silam, memunculkan reaksi-reaksi yang cukup menarik untuk disimak.

Harus kita tegaskan bahwa tidak ada yang salah dari yang pernyataan Bapak Prabowo Subianto tersebut. Menurut saya, itulah sikap kenegarawanan yang patut dicontoh oleh para politisi, tegas dan berwibawa.

Namun sebagai masyarakat awam, saya melihat hal itu malah menjadi momentum bagi pendukung Hidayat Arsani – Helyana (BERDAYA) untuk seolah-olah menyampaikan ke publik bahwa kemenangan sudah dipelukan.

Hal itu dibuktikan dengan ramainya narasi-narasi liar yang terkesan ‘sengaja dibuat’ oleh oknum-oknum tertentu dengan dalih mengamankan suara rakyat.

Apa memang proses demokrasi ini sudah selesai sehingga pendukung dari pasangan BERDAYA harus bersikap bak ‘katak didalam tempurung’ ? Tentu saja belum, pemenang belum ditentukan.

Pasangan Erzaldi – Yuri Kemal telah mengajukan gugatan permohonan sengketa hasil Pilkada secara resmi ke Mahkamah Konstitusi (MK), langkah ini menegaskan bahwa kemenangan belum ada ditangan siapapun.

Konstitusi masih memberikan ruang bagi pasangan calon yang merasa ada kecurangan dari hasil rekapitulasi tersebut, dengan menempuh jalur hukum yaitu mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Memang, permohonan ke MK ini merupakan jalan terakhir yang akan ditempuh dalam rangka koridor hukum yang memang disediakan berdasarkan ketentuan , dan hal ini merupakan hak yang diberikan kepada setiap paslon yang mengikuti kontestasi pilkada tanpa terkecuali.

Saya tegaskan sekali lagi, ini adalah hak yang diberikan kepada setiap Paslon yang mengikuti kontestasi pilkada tanpa terkecuali, oleh karnanya sangat disayangkan sekali apabila mengiring narasi dengan dalih ‘Menjaga Suara Rakyat’ dan dikhawatirkan akan merusak jalannya proses demokrasi.

Baca Juga:  Diantar Yusril Ihza Mahendra, Erzaldi-Yuri Mendaftar ke KPU

Akhir-akhir ini saya sebagai masyarakat Babel juga khawatir akan beredarnya narasi yang diduga terkesan menyudutkan Yusril Ihza Mahendra, dalam menangani permasalahan sengketa di Pilkada Babel nanti.

Menarik disimak karna lagi-lagi dalih ‘Menjaga Suara Rakyat’ dikedepankan dalam persoalan ini, seolah-olah Yursil Izha Mahendra akan merusak jalannya proses demokrasi.

Sebagai masyarakat awam, saya melihat ini sengaja dibuat ‘oknum’ untuk menutupi ketakutan ‘BERDAYA’ yang hanya menang tipis dari pasangan Erzaldi – Yuri Kemal.

‘Kesaktian’ Yusril dalam menangani hal-hal yang bersentuan hukum apa membuat sebegitu gemetarnya hingga harus melempar opini-opini liar ke publik?

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69