Example floating
Example floating
OPINI

Kajian Aktivitas Wisata dan Perikanan Tradisional di Pantai Pukan Bangka Belitung

544
×

Kajian Aktivitas Wisata dan Perikanan Tradisional di Pantai Pukan Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini

Menariknya, kegiatan ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya mereka yang tertarik pada kearifan lokal dan praktik perikanan tradisional. Beberapa wisatawan bahkan ikut serta dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pengalaman rekreasi berbasis budaya.

 Secara tidak langsung, keberadaan aktivitas tradisional seperti nebak memperkaya nilai edukatif dan kultural Pantai Pukan. Kawasan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga menawarkan pengalaman otentik kehidupan masyarakat pesisir. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati panorama pantai, tetapi juga dapat belajar dan merasakan langsung interaksi sosial serta nilai-nilai lokal yang tumbuh di tengah komunitas pesisir Bangka.

Selain metode nebak, masyarakat pesisir di Pantai Pukan juga masih mempertahankan praktik penangkapan ikan tradisional lainnya yaitu pukat tarik yang secara lokal dikenal dengan sebutan “muket tarik”.

Metode ini termasuk jenis alat tangkap sederhana yang dioperasikan secara manual dengan mengandalkan tenaga manusia, tanpa bantuan mesin atau alat modern. Dalam praktiknya, pengoperasian muket tarik melibatkan enam orang nelayan, yang dibagi menjadi dua kelompok.

Masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang yang bertugas menarik sisi kiri dan kanan jaring secara bersamaan. Proses penarikan dilakukan secara terkoordinasi dari arah laut menuju pantai. Ketika jaring ditarik, bentuknya akan secara bertahap menguncup dan menyerupai kerucut, sehingga ikan-ikan yang terperangkap akan terkonsentrasi dan tertahan di bagian ujung jaring yang berbentuk kantong (cod end).

 Waktu pengoperasian muket tarik umumnya disesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut. Aktivitas ini paling efektif dilakukan saat air surut, ketika perairan menjadi lebih dangkal, sehingga memungkinkan jaring untuk diseret hingga ke garis pantai tanpa kesulitan. Keadaan perairan yang dangkal juga memudahkan nelayan menarik jaring secara manual, tanpa perlu perahu atau alat bantu tambahan.

Baca Juga:  Peran DP3ACSKB dalam menangani Kekerasan Anak di Bangka Selatan

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, muket tarik merupakan bagian dari warisan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Teknik ini tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat setempat, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya laut secara lestari. Bagi sebagian keluarga nelayan, kegiatan ini juga menjadi sumber penghasilan tambahan yang penting, terutama di musim-musim ketika hasil tangkapan dari metode lain berkurang.

Selain itu, praktik muket tarik juga memperkaya keberagaman aktivitas pesisir di kawasan Pantai Pukan. Bagi wisatawan yang tertarik pada budaya maritim dan aktivitas tradisional, kegiatan ini bisa menjadi tontonan menarik bahkan pengalaman partisipatif, seiring berkembangnya tren wisata berbasis budaya dan edukasi di daerah pesisir. Dengan demikian, keberadaan muket tarik turut menambah daya tarik kultural dan sosial Pantai Pukan sebagai kawasan wisata yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga interaksi manusia dengan laut secara harmonis

* Penulis adalah  Dosen Prodi Perikanan Tangkap Universitas Bangka Belitung

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69