“Kalau menang, camat dan lurah akan diundang langsung ke Istana Negara untuk upacara 17 Agustus. Itu adalah sebuah kehormatan besar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi, Budi Utama, menjelaskan bahwa tahun ini hanya dua daerah yang mengirimkan peserta untuk lomba kelurahan, yaitu Pangkalpinang dan Belitung. Hal ini membuka peluang besar bagi Pangkalpinang untuk meraih juara.

“Namun demikian, kami tetap menilai secara profesional. Jangan sampai ada anggapan karena ‘orang dalam’. Kami mengedepankan objektivitas dan kualitas. Lomba ini bukan hanya untuk menang, tapi sebagai bentuk evaluasi dan dorongan bagi kelurahan agar terus berinovasi dalam pelayanan dan pembangunan masyarakat,” pungkasnya. (adv)







