Example floating
Example floating
PERISTIWA

Tangis Pilu Pedagang Pasar Payakumbuh Akibat Kebakaran

313
×

Tangis Pilu Pedagang Pasar Payakumbuh Akibat Kebakaran

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH (realita.news) – Pasar Payakumbuh menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Menyimpan cerita pilu di balik hiruk pikuknya. Pada Selasa dini hari 26 Agustus 2025 lalu, kobaran api melahap sebagian besar area pasar. Meninggalkan duka mendalam bagi ribuan pedagang. Musibah itu bukan hanya menghanguskan lapak-lapak. Tetapi juga memusnahkan harapan dan mata pencarian mereka.

Bayangan itu kembali melintas. Dimana pukul 04.30 dini hari WIB, warga dan petugas pemadam kebakaran dikejutkan dengan api yang tiba-tiba membesar dari lantai dua Aprilia, yang merupakan pertokoan tekstil. Angin kencang dan material bangunan yang mudah terbakar membuat api menyebar dengan cepat. Petugas pemadam kebakaran dari Payakumbuh dan daerah tetangga, seperti Limapuluh Kota, Bukittinggi dan Agam, serta daerah lainnya berjibaku selama berjam-jam untuk bisa memadamkan api.

Namun, besarnya kobaran api dan sulitnya akses ke titik api menjadi kendala utama. Kobaran api baru bisa dikuasai menjelang siang hari. Dimana seluruh blok sudah ludes dilalap api, menyisakan puing-puing hangus serta asap tebal yang menyelimuti area pasar. Api benar-benar mengubah segalanya bagi perekonomian Payakumbuh.

Bagi para pedagang, api tersebut bukan hanya membakar kios, melainkan juga mimpi yang mereka bangun selama bertahun-tahun. Beberapa di antaranya kehilangan seluruh modal dan barang dagangan. Ada yang bahkan tidak sempat menyelamatkan apa pun karena api menyebar dengan sangat cepat. Tangisan dan raut wajah putus asa terlihat di antara para pedagang yang datang melihat sisa-sisa kios mereka.

Kebakaran itu juga berdampak besar pada perekonomian kota. Pasar Payakumbuh adalah pusat perputaran uang dan barang yang vital bagi daerah. Akibatnya, banyak aktivitas ekonomi terhenti dan ratusan karyawan juga kehilangan pekerjaan. Pemerintah kota dan berbagai pihak swasta bergerak cepat memberikan bantuan, mulai dari logistik hingga dukungan moril.

Peristiwa itu menjadi tragedi besar bagi para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar itu. Banyak dari mereka kehilangan seluruh modal usaha, dagangan dan aset lainnya. Beberapa pedagang terlihat syok dan menangis di lokasi kejadian saat melihat kios mereka ludes terbakar.

“Seluruh barang dagangan saya hangus. Saya tidak tahu harus mulai dari mana lagi,” ujar Nawazir, seorang pedagang pakaian dengan suara lirih, ketika ditemui Singgalang, Rabu (27/8).

Menurutnya, selain kerugian finansial, kebakaran ini juga berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di Kota Payakumbuh. Pasar ini merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di wilayah tersebut, serta menjadi tempat transaksi ribuan orang setiap harinya.

“Dampaknya sangat terasa bagi kami pedagang. Penutupan sementara operasional pasar akan memengaruhi pasokan barang dan ekonomi pedagang terdampak kebakaran ini,” tambahnya.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kapolres Payakumbuh melalui Kasat Reskrim AKP. Wiko Satria Afdhal, mengatakan, pihaknya juga akan melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.

”Kita masih melakukan olah TKP serta identifikasi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran di Pusat Pertokoan Blok Barat Pasar Kota Payakumbuh ini. Selain itu, kami juga telah memasang garis polisi atau Police Line dilokasi kejadian. Untuk masyarakat yang melihat atau memasuki lokasi kejadian dibatasi oleh police line ini,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, kepada wartawan di Posko Kebakaran di depan Kantor Pos, menyebutkan, bahwa total dari peristiwa kebakaran itu untuk sementara diperkirakan mencapai Rp34,35 miliar lebih.

”Untuk total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp34,35 miliar lebih, jumlah kios yang terbakar mencapai 267 toko dengan rincian di lantai 1 sebanyak 163 toko dan di lantai 2 sebanyak 104 toko. Selain itu, juga terdapat 185 kios dan 25 unit palung patri yang ikut terbakar,” ucap Rida. (*)

(Sumber hariansinggalang.co.id)

Baca Juga:  Terendam Banjir, Pemungutan Suara Pemilu Diundur
slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69