Example floating
Example floating
PANGKALPINANG

Syukuran Kalpataru Adya, Walikota Apresiasi Langkah Panjang Alobi Foundation

49
×

Syukuran Kalpataru Adya, Walikota Apresiasi Langkah Panjang Alobi Foundation

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara syukuran dan ramah tamah penghargaan Kalpataru Adya 2026 yang diraih Alobi Foundation.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, memberikan apresiasi tinggi atas capaian organisasi lingkungan tersebut yang dinilai sebagai hasil dari perjuangan panjang menjaga ekosistem dan satwa liar.

Acara penghormatan itu digelar di taman Rumah Dinas Residen Wali Kota Pangkalpinang, Minggu malam (21/6/2026).

Dalam suasana hangat, Saparudin menyampaikan bahwa penghargaan bergengsi bidang lingkungan tersebut bukanlah hasil kerja instan, melainkan buah dari konsistensi Alobi Foundation selama 12 tahun mengabdi untuk alam.

Pria yang akrab disapa Prof Udin itu mengungkapkan kedekatannya dengan Ketua Umum sekaligus Pendiri Alobi Foundation, Langka Sani.

Ia menyebut banyak gagasan terkait lingkungan lahir dari diskusi panjang yang kerap mereka lakukan.

Menurutnya, berbagai masukan dari penggiat lingkungan menjadi bagian penting dalam melihat arah kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

“Malam ini sengaja saya pilihkan tempat ini agar sesuai dengan tema ramah tamah untuk Alobi Foundation yang menerima anugerah tertinggi bidang lingkungan. Ini adalah buah perjuangan dan kerja keras,” katanya. 

Ia berharap keberhasilan Alobi Foundation dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para aktivis lingkungan di Bangka Belitung.

Menurutnya, perjuangan menjaga alam membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta komitmen yang tidak berhenti di tengah jalan.

Saparudin menilai, meskipun cakupan kerja Alobi Foundation tidak hanya berada di Bangka Belitung, tetapi juga hingga wilayah Sumatera Selatan, keberadaan organisasi tersebut di Kota Pangkalpinang menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Menurutnya, keberadaan flora dan fauna bukan hanya bagian dari ekosistem, tetapi juga menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya.

“Kalau flora dan fauna hilang, maka keseimbangan alam juga terganggu. Anak cucu kita nanti kehilangan ruang belajar tentang kehidupan alam,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Bangka Belitung yang memiliki kekayaan sumber daya mineral, mulai dari timah, silika, zirkon, ilmenit hingga mineral tanah jarang.

Ia menegaskan bahwa aktivitas pertambangan memiliki konsekuensi terhadap lingkungan sehingga diperlukan upaya pemulihan yang serius.

“Tidak ada rumusnya tambang itu tidak merusak lingkungan. Kita harus membuat keseimbangan. Sektor pertambangan harus ikut mendukung pembiayaan pemulihan lingkungan, sementara para penggiat lingkungan terus bergerak menanam dan menjaga satwa,” tegasnya.

Ia menambahkan, penghargaan Kalpataru Adya 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tugas kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab bersama.

Sebagai informasi, Kalpataru Adya merupakan salah satu penghargaan tertinggi bidang lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Penghargaan ini diberikan kepada individu maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. (Rea)

Baca Juga:  PKDP Gelar Lomba Layang Layang, Berhadiah Sepeda Motor

Tinggalkan Balasan

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69