Presiden menambahkan menurut Menteri Pertanian rawa di Desa Pelabuhan Dalam akan menjadi lahan persawahan 100.000 hektare. “Potensi 1 juta hektare di Sumsel saja, sebagian besar rawa,” tukasnya.
Presiden juga kagum melihat teknik pertanian modern yakni cara penyebaran benih padi dengan drone. Dengan cara itu, bisa lebih cepat menyebar benih padi dibandingkan cara tradisional. Menggunakan drone satu hari bisa 25 hektare, jauh sekali dari proses tradisional.
Prabowo juga mengapresiasi inovasi Ustad Adi Hidayat yang menjadi inisiator gerakan Indonesia Menanam (Gerina) dan dipilihnya Kabupaten Banyuasin sebagai pilot projeknya. “Potensi daerah ini luar biasa dan dari sini kita akan ciptakan Indonesia dengan wajah kuat dengan memiliki ketahanan pangan yang kuat. “Kita Indonesia bermartabat, tidak akan mengemis, Kita kaya sumber daya alam, Kita kuatkan langkah menuju Indonesia Emas 2045,” tutup orang nomor satu di Republik ini.
Turut mendampingi Bupati Banyuasin, Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN. Eng, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Banyuasin, Sarip, SP., MM, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya, Aminudin, S.Pd., S.IP., M.Si, Kadis Ketahanan Pangan, Masita Liani, SP, Kadis Perikanan, Dr. Ir. Septi fitri, MM, Plt Kadis Perkebunan, Ir. Syahrial, Kepala Kesbangpol Banyuasin, Adam Ibrahim, SE., M. Si dan Camat Rambutan, Mursal, S. Ag., M. Si. (*)
(Diskominfo.SP/IKP).







