MD Noor merumuskan tiga agenda besar:
* Literasi Teknologi: Menjadikan AI sebagai alat bantu pengolah data riset yang masif.
* Lintas Disiplin: Mengawinkan linguistik dengan ilmu terapan agar hasil penelitian tidak berakhir di laci lemari es.
* Dampak Sosial: Riset harus menjadi solusi atas problem masyarakat, bukan sekadar pemuas syahwat akademik.
Ketua Program Studi MPBA, Zubaidah, yang memandu diskusi tersebut, menyimpulkan bahwa arah studi bahasa Arab ke depan bukan lagi sekadar mencari-cari kesalahan tata bahasa (error analysis). Orientasinya kini adalah interaksi strategis—bagaimana ide-ide keislaman yang adaptif bisa mewarnai percakapan dunia tanpa harus kehilangan jati diri. (*)
(Sumber harian singgalang)







