Tasyakuran ini dilaksanakan usai Kabupaten Banyuasin meraih peringkat pertama nasional sebagai daerah penghasil beras di Indonesia. ”Tahun 2026 Pemkab Banyuasin memprogramkan peningkatan produksi padi dengan sasaran luas tanam padi seluas 268.543 Hektare,”ujar Askolani.
Askolani menegaskan bahwa Sektor Pertanian merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Hal itu telah tertuang dalam misi utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah (RPJMP) Banyuasin, yaitu Meningkatkan Perekonomian Daerah Berbasis Pertanian Dalam Banyuasin Prima.
Untuk mendukung program swasembada pangan maka Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi. “Untuk itu kita semua harus memiliki komitmen yang sama guna tercapainya target tanam tersebut. Harapan kita dapat meningkatkan produksi padi di tahun 2026,” kata Askolani optimis.
Dengan adanya peningkatan produksi padi ini, katanya, akan memantapkan Kabupaten Banyuasin sebagai lumbung pangan di Provinsi Sumatera Selatan dan penyumbang Lumbung Pangan Nasional. Daerah yang juga dikenal sebagai Bumi Sedulang Setudung ini berhasil meraih peringkat pertama penghasil beras nasional pada awal tahun 2026.
”Penghargaan dari Presiden menjadi bukti bahwa Banyuasin berhasil menjadi daerah dengan produksi beras tertinggi nasional, mengungguli Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat,” ujar Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian. (wah)
Pemkab Banyuasin Targetkan Luas Tanam Padi Mencapai 268.543 Hektare Tahun 2026







