Oleh: Dr. Febrino, M.A
FENOMENA tawuran pelajar yang kerap mencuat di berbagai daerah menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia. Tawuran tidak hanya mencerminkan kegagalan dalam pengelolaan emosi dan konflik, tetapi juga menunjukkan adanya kekosongan nilai spiritual dan moral dalam diri remaja.
Di tengah kondisi ini, inovasi pendidikan perlu hadir tidak hanya dalam bentuk metode pembelajaran baru, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai luhur, termasuk nilai-nilai dalam pendidikan Islam.
Pendidikan Islam memandang bahwa pembentukan karakter (akhlak) merupakan inti dari tujuan pendidikan itu sendiri. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlak”, yang berarti: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Tawuran menunjukkan lemahnya akhlak pelajar dalam mengendalikan amarah, menghormati sesama, serta menyelesaikan masalah dengan cara damai. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus menjadi bagian sentral dari inovasi pendidikan.







