“Kita masih kekurangan ratusan tenaga pengajar. Ini peluang bagi generasi muda yang ingin berkontribusi di dunia pendidikan,” ucapnya.
Selain sektor pendidikan, Hardi juga mengajak anak muda untuk mulai membangun kemandirian ekonomi melalui dunia usaha.
Menurut dia, generasi muda perlu mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. “Jangan hanya menunggu lowongan pekerjaan. Anak muda harus mulai berani menjadi entrepreneur,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterampilan menjadi modal penting dalam membangun usaha. Oleh sebab itu, ia mendorong masyarakat memanfaatkan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kalau punya kemampuan dan keahlian, peluang membuka usaha akan lebih besar dan itu bisa membantu mengurangi pengangguran,” kata Hardi. (mdq)







