Example floating
Example floating
HEADLINE

Hajjah Syekhah Rahmah el Yunusiyyah, Pendiri Diniyyah Puteri Padang Panjang Dianugerahi Pahlawan Nasional

593
×

Hajjah Syekhah Rahmah el Yunusiyyah, Pendiri Diniyyah Puteri Padang Panjang Dianugerahi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Hajjah Syekhah Rangkayo Rahmah el Yunusiyyah, pendidik dan pendiri sekolah khusus perempuan Diniyyah Puteri Padang Panjang.

10. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara.

Agenda tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming beserta jajaran anggota Kabinet Merah Putih beserta perwakilan keluarga Pahlawan Nasional yang namanya diumumkan hari ini.

Upacara diakhiri dengan penyerahan plakat dan dokumen gelar kepada keluarga ahli waris. Pemerintah berharap penganugerahan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi bangsa.

Sekolah Khusus Perempuan

Salah satu tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional tersebut adalah Hajjah Syekhah Rangkayo Rahmah el Yunusiyyah. Wanita ini  pantas jadi pahlawan nasional. Ia membawa sejarah di pundaknya, mewariskan lembaga pendidikan yang berjaya sampai sekarang.

Diusulkan ke pemerintah pusat pada 2011 dan terkabul 14 tahun kemudian, 2025. Sampai hari ini, ada tiga perempuan Minang jadi pahlawan, pertama murid Rahmah yaitu Rasuna Said diangkat pada 1974 dan Ruhana Kuddus pada 2019. Sejauh itu, pahlawan dari Sumbar tercatat 17 orang. Secara nasional terbanyak Jateng, Jatim, Jogja dan Sumbar. Daerah ini mengusulkan tiga tokoh, Rahmah, Chatib Sulaiman (2023) dan Inyiak Canduang (2022).

17 Pahlawan dari Sumbar

Berikut 17 tokoh dari Sumatera Barat yang bergelar Pahlawan Nasional. Tokoh itu dimulai dari Sastrawan dan pejuang, Abdul Muis, ditetapkan Presiden Sukarno sebagai pahlawan pada 30 Agustus 1959 melalui Kepres No 218 Tahun 1959. Sekanjutnya Haji Agus Salim pada 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961. Tan Malaka ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Sukarno melalui Kepres Nomor 53 Tahun 1963 tanggal 28 Maret 1963.

Sutan Sjahrir wafat pada 9 April 1966 dan langsung ditetapkan Presiden Sukarno sebagai pahlawan nasional melalui Kepres No.76 Tahun 1966 tertanggal 9 April 1966. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto berdasarkan Kepres Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Baca Juga:  Tahun 2025, Mobil Sehat PT Timah Bakal Datangi 48 Titik

Muhammad Yamin sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soeharto pada 6 November 1973 melalui Kepres Nompor 088/TK/Tahun 1973. Bung Hatta ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kepres Nomor 84/TK/Tahun 2012 tanggal 7 November 2012. Sebelumnya, Presiden Soeharto menetapkan sebagai pahlawan proklamator melalui Kepres No. 081/TK/Tahun 1986.

Ilyas Yacoub ditetapkan sebagai pahlawan oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden No. 074/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999. Hazairin wafat di Jakarta pada 11 Desember 1975. Ia dianugerahi pahlawan nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keppres No. 74/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999. Bagindo Aziz Chan gugur pada 19 Juli 1947 ditembak tentara Belanda, jelang Agresi Militer I. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada 2005 atas jasa-jasanya selama perjuangan melalui Keppres No. 82/TK/2005, 7 November 2005.

Andad Kapau Gani ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 melalui Kepres No . 066 / TK / Tahun 2007 Tanggal 6 November 2007. Pada 6 Novemver 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Natsir sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 041/TK/TH.2008.

Buya Hamka sebagai pahlawan nasional, antara lain karena jasanya selama perang kemerdekaan melalui Keppres No. 113/TK/2011, tanggal 7 November 2011. Ruhana Kuddus ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK Tahun 2019 tanggal 7 November 2019. Pada 30 Oktober 2021, Usmar Ismail dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia, sekarang 2025 Rahmah el Yunusiyyah. Sekarang masih ada stok dua nama lagi, Chatib Sulaiman dan Inyiak Candung. Daftar antre yang belum diusulkan, masih sangat banyak. (*)

(Sumber hariansingga;ang.co.id)

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69