“Harapan kedepannya semoga BSB terus membuka peluang bagi UMKM lainnya untuk mengikuti promo, dan kedepannya B’Cizz kembali diberi kesempatan untuk memperluas pasar bersama Bank Sumsel Babel,” ujar Nyayu Resi.
Tak hanya pembukaan akses pasar, B’Cizz juga dibantu dalam penerapan digitalisasi keuangan melalui fasilitas QRIS BSB. Kehadiran sistem transaksi ini memberikan kemudahan ganda:
Bagi Pelanggan: Memudahkan proses pembayaran secara praktis dan aman tanpa perlu membawa uang tunai.
Bagi Pelaku Usaha: Membantu pencatatan transaksi harian secara digital yang rapi untuk keperluan analisis perkembangan usaha.
Komitmen Pembinaan Ekonomi Daerah
Pihak Bank Sumsel Babel menegaskan bahwa program pendampingan bagi UMKM seperti B’Cizz merupakan wujud komitmen perbankan daerah dalam menjalankan peran sebagai mitra pertumbuhan ekonomi lokal, bukan sekadar penyedia layanan keuangan konvensional.
Upaya pendampingan yang konsisten ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan, mulai dari peningkatan omzet harian, penambahan variasi produk, hingga menciptakan potensi penyerapan tenaga kerja baru di daerah. Bank Sumsel Babel pun terus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM lain di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung untuk bergabung dalam program pembinaan serupa.
Menatap Peluang Pasar yang Lebih Luas
Pengalaman berpartisipasi dalam ajang bazar serta kemudahan transaksi digital kini menjadi modal berharga bagi B’Cizz untuk terus melangkah maju. Pemilik usaha berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas produk sembari menjajaki peluang pemasaran baru guna menjangkau konsumen di luar wilayah Tanjung Pandan.
Kisah B’Cizz menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara lembaga keuangan dan pelaku usaha lokal mampu menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi ekonomi masyarakat. Bank Sumsel Babel berharap keberhasilan B’Cizz dapat menginspirasi lebih banyak UMKM di daerah untuk berani mengambil langkah dalam mengembangkan bisnisnya







