Menurut Ibnu, program MBG dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Adapun tuntutan dalam aksi tolak pemberhentian MBG :
1. Menolak penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai sebagai program yang memiliki tujuan baik untuk pemenuhan gizi anak bangsa.
2. Mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, bukan menghentikan programnya.
3. Meminta perbaikan sistem pelaksanaan MBG apabila ditemukan kekurangan, kelemahan, maupun kendala di lapangan.
4. Mendukung pengawasan dan transparansi program MBG agar berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
5. Meminta pemerintah tidak mengorbankan masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia, akibat persoalan teknis yang masih dapat diperbaiki.
6. Mendorong keberlanjutan MBG sebagai investasi masa depan bangsa dalam meningkatkan kualitas gizi dan generasi Indonesia. (Rea)







