Ia berharap diskusi ini melahirkan gagasan-gagasan bernas dari alumni UNAND yang dapat diimplementasikan menjadi langkah nyata pemulihan ekonomi Sumatera Barat ke depan.
Lebih lanjut, Gusti menekankan bahwa IKA UNAND memiliki potensi besar melalui jalinan alumni yang menduduki posisi strategis di tingkat daerah maupun nasional. “Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan almamater, organisasi ini berupaya menjadi mitra solutif terhadap berbagai permasalahan pembangunan di daerah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Pelaksana, Munzir, mengungkapkan bahwa jadwal pelantikan ini berjalan lebih cepat dari estimasi awal.
Menurutnya, tim formatur berhasil merampungkan susunan kepengurusan dalam waktu dua bulan dari tiga bulan yang dialokasikan. ”Hal ini terjadi karena besarnya antusiasme rekan-rekan alumni untuk berkontribusi dalam kepengurusan. Formatur sangat terbuka dalam menerima masukan demi merangkul semua pihak,” ungkapnya.
Munzir juga menggarisbawahi pentingnya aspek kebersamaan dan keguyuban di lingkungan IKA UNAND sehingga menambah persatuan alumni. “Hal ini sejalan dengan visi misi kerum terpilih yakni memperkuat peran IKA UNAND dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya melalui program IKA UNAND Peduli, dalam merespons bencana, pemulihan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat Sumatera Barat.” Ucap nya.
Hal ini mendorong kontribusi alumni dalam riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat, serta membangun sinergi program konkret dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung rekonstruksi dan recovery Sumatera Barat pasca bencana. (**)







