Sementara itu perwakilan Badan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes), Iskandar Z. Adisapoetra mengatakan dalam sambutannya menyampaikan untuk pencegahan ATM tersebut diperlukan keterlibatan semua pihak supaya ATM bisa dikendalikan di wilayah Kabupaten Banyuasin.
“Pencegah ATM bukan hanya menjadi domainnya Dinas Kesehatan atau sektor kesehatan tapi juga bisa masuk ke sektor terkait lainnya, karena kita tahu bahwa permasalahan ATM ini memang ada di mana -mana, sehingga kita perlu pengamatan bersama untuk mengatasinya,” ungkapnya.
Selain itu, Pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria membutuhkan sinergi dari semua pihak, baik dari sektor kesehatan maupun sektor lainnya. “Kita harus bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular ini,” ujarnya.
Iskandar juga menggarisbawahi peran penting masyarakat dalam mendukung program pemerintah. “Selain peran aktif pemerintah, partisipasi masyarakat sangat krusial. Edukasi dan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit harus terus digalakkan agar masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dan keluarga mereka”. Pungkasnya. (*)







