PANGKALPINANG – Walikota Pangkalpinang, Saparudin, menegaskan bahwa RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memberikan pembekalan kepada seluruh pengurus RT dan RW secara rutin setiap tahun.
Hal itu disampaikan Saparudin saat membuka kegiatan Pembekalan dan Penguatan Pengurus 940 RT/RW se-Kota Pangkalpinang di Hotel Bangka City, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman para pengurus RT dan RW mengenai visi, misi, serta program Pemerintah Kota Pangkalpinang sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Saya sangat senang bisa bertemu dengan para Ketua RT, pengurus RT, dan RW yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Kami berharap mereka dapat terus memberikan pelayanan terbaik di lingkungan masing-masing,” ujar Saparudin.
Ia menjelaskan, setelah pengurus RT dan RW dilantik, pemerintah kota langsung mengumpulkan mereka bersama para lurah dan camat untuk mengikuti pembekalan. Kegiatan serupa akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan minimal satu kali setiap tahun.
“Kami ingin seluruh RT dan RW memahami arah pembangunan daerah, program pemerintah kota, hingga program strategis nasional agar dapat diteruskan kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Saparudin, masih banyak program pemerintah yang belum diketahui warga karena informasi tidak tersampaikan secara optimal. Oleh sebab itu, RT dan RW diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat.
Ia menilai tugas tersebut dapat dijalankan secara maksimal karena setiap RT rata-rata hanya melayani sekitar 40 kepala keluarga.
“Kalau ada persoalan atau kebutuhan masyarakat, RT dan RW harus hadir membantu. Mereka adalah ujung tombak pelayanan di lingkungan,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, para peserta juga menerima materi dari Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda mengenai program pembangunan daerah serta arah kebijakan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Saparudin menegaskan pemerintah ingin membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan RT dan RW, bukan hanya melibatkan mereka saat pelaksanaan pesta demokrasi.
“Kami ingin RT dan RW terus bersama pemerintah membangun Kota Pangkalpinang, bukan hanya dibutuhkan setiap lima tahun sekali,” tegasnya.
Mengenai peningkatan kesejahteraan pengurus RT dan RW, Saparudin mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan adanya penambahan insentif pada 2027.
Namun demikian, ia membuka peluang pemberian penghargaan atau reward apabila Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang mengalami peningkatan.
“Kalau PAD kita meningkat, insyaallah akan ada reward bagi RT dan RW yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka,” katanya.
Ia berharap seluruh pengurus RT dan RW dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengayomi masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Pangkalpinang. (Rea)







