Bagaimana tidak, penanaman kelapa sawit itu diketahui telah melebar hingga dekat dengan Bendungan Mentukul. Bendungan Mentukul merupakan sumber daya air utama untuk pengairan sawah masyarakat Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan.
Bukan tidak mungkin, jika penanaman kelapa sawit itu terus dilanjutkan akan menyebabkan mengecilnya debit pengairan bagi persawahan. Bahkan tidak menutup kemungkinan pula sumber air tersebut akan mengering seiring berjalannya tahun.
Maka dari itu, Rina sangat berharap Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dapat segera turun ke Babel khususnya ke Kabupaten Bangka Selatan, sehingga hal yang dikhawatirkan tersebut dapat dicegah sebelum benar-benar terjadi.
“Harusnya Satgas PKH sudah turun untuk di Babel khususnya untuk Bangka Selatan, karna ini memang mengancam Bendungan Mentukul yang dibangun dengan triliun dana APBN, mengancam sumber pengairan sawah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, dirinya dalam waktu dekat juga berencana menyambangi BPKH Wilayah XIII Pangkalpinang guna memastikan status lahan yang telah ditanami ratusan hektar pohon kelapa sawit tersebut. “Kita akan ke BPKH, kita akan minta penjelasan kenapa kawasan cadangan air untuk persawahan ini bisa berubah begini,” pungkasnya. (*)







