Example floating
Example floating
DPRD

Reses di Institut Pahlawan 12, Maryam Soroti Beasiswa dan Lapangan Kerja

190
×

Reses di Institut Pahlawan 12, Maryam Soroti Beasiswa dan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Reses di Institut Pahlawan 12, Maryam Soroti Beasiswa dan Lapangan Kerja. (Foto ilham)

‎BANGKA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, menggelar reses di Institut Pahlawan 12 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (12/9/2026). ‎Turut hadir Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, DP3ACSKB, Dinas Kesehatan, Bappeda, rektor, dan para dosen Institut Pahlawan 12.

‎Kegiatan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi mahasiswa dan dosen terkait pendidikan, beasiswa, lapangan kerja, hingga lingkungan.

‎Dosen Institut Pahlawan 12, Bambang, mengapresiasi reses Maryam yang disebut sebagai anggota dewan pertama menggelar kegiatan serupa di kampus tersebut dalam 12 tahun terakhir.

‎Ia menyoroti kuota KIP Kuliah sebanyak 40 slot yang baru terisi 39 akibat kendala data desil. ‎“Banyak mahasiswa yang layak menerima, termasuk anak yatim, tetapi terdata di atas Desil 4,” ujar Bambang.

‎Selain itu, pihak kampus meminta DPRD mengawal percepatan pencairan beasiswa kerja sama Pemprov Babel yang kerap mengalami keterlambatan.

‎Mahasiswa, Rafi, mempertanyakan program beasiswa bagi mahasiswa di luar penerima KIP Kuliah serta peluang program Bappeda tahun 2027.

‎Sementara Bagas menyoroti sulitnya lulusan SMA, SMK, dan sarjana memperoleh pekerjaan meski angka pengangguran terbuka disebut mengalami penurunan. ‎“Langkah dan solusi konkret apa yang disiapkan untuk membenahi masalah penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bangka?” tanyanya.

‎Menanggapi hal tersebut, Budi Farabi dari Disnaker Babel mengimbau mahasiswa memanfaatkan platform SIAPkerja untuk mengakses informasi ketenagakerjaan.

‎Maryam menilai persoalan data desil perlu dievaluasi karena belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat. ‎“Kalau orang punya motor, bukan berarti dia kaya. Motor itu bisa dipakai untuk bekerja, mobilitas sekolah anak, atau masih kredit,” kata Maryam.

‎Ia berencana menyurati pimpinan DPRD Babel untuk mengagendakan rapat koordinasi bersama BPS dan Dinas Sosial guna membahas perbaikan data.

‎Terkait beasiswa, Maryam menyebut terdapat sejumlah alternatif bantuan pendidikan, seperti BAZNAS, PPA, bantuan UKT, yayasan, BUMN, dan perbankan. ‎“Masalahnya cara mengaksesnya yang kurang terinformasi. Setelah ini kita buat grup supaya Ibu bisa membagi informasi ini satu untuk semua,” ujarnya.

‎Maryam juga mengkritisi pelatihan vokasi yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. ‎“Kalau pelatihan barista, jangan hanya pengenalan dasar. Anak-anak ini harus benar-benar bisa menyerap keterampilannya,” katanya.

‎Dalam reses tersebut, dosen juga meminta dukungan pendanaan penelitian yang mengangkat isu lokal Bangka Belitung. Mahasiswa turut menyampaikan persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan dan meminta DPRD mendorong penegakan hukum.

‎Berbagai aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan perjuangan Maryam dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat Bangka Belitung.

Baca Juga:  DPRD Babel Gelar Rapat Paripurna LKPJ Gubernur Tahun 2023

Tinggalkan Balasan

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69