PANGKALPINANG (realita.news) – Kasus meninggalnya bayi 11 bulan di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang menjadi atensi pihak kepolisian.
Polresta Pangkalpinang telah melakukan penyelidikan untuk mendalami kasus ini. “Kita sudah menerima pengaduan kasus ini. Masih dalam penyelidikan kita. Keterangan awal saksi sudah diambil. Tetapi masih akan dilakukan pendalaman lagi,” jelas Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, Rabu (3/9/2025), seperti dikutip dari TVRI Bangka Belitung.
Menurutnya, nantinya semua keterangan dan alat bukti yang didapat akan dilakukan gelar perkara apakah memenuhi unsur atau tidak. “Kasus ini masih proses pendalaman. Dokter juga kan punya aturan sendiri. Nanti ada gelar perkara,” tambah Max Mariners.
Sebelumnya, viral video seorang ibu di Pangkalpinang, AY tidak terima atas meninggal anaknya yang baru berusia 11 bulan di RSBT Pangkalpinang. AY mengatakan anaknya mengalami panas tinggi dan menggigil di ruang rawat inap hingga beberapa jam tanpa penanganan perawat. Bayi malang itu akhirnya meninggal dunia tanpa kehadiran seorang perawat.
Namun, Direktur Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) dr, Agus Subarkah dalam klarifikasinya membantah isi video yang viral tersebut. Menurutnya, tim medis telah memberikan pertolongan sesuai prosedur dan standar pelayanan medis yang berlaku. “Berbagai langkah penyelamatan telah dilakukan, namun Tuhan berkehendak lain,” kata Agus dalam siaran persnya, Selasa malam.
Kesaksian Kakek Korban
Klarifikasi yang disampaikan Direktur RSBT berbeda dengan apa yang dilihat dan dirasakan kakek korban. Menurut dia, cucunya meninggal dunia karena kelalaian dan pembiaran oleh tenaga medis RSBT.
“Cucu saya berak puluhan kali, jungkir balik kesakitan, infus sampai terlepas! Tapi perawat bilang ‘itu biasa’,” ungkap sang kakek dengan suara bergetar, menceritakan penantian empat jam di IGD tanpa tindakan berarti.
Menurut sang kakek, sang cucu dibawa ke RSBT karena muntah dan diare. Namun, pelayanan yang lambat dan dugaan abai dari tenaga medis membuat kondisi bayi malang itu terus memburuk.
“Ada yang karaoke pakai handphone, sementara kami panik melihat cucu saya kesakitan,” lanjutnya, menggambarkan suasana pilu di tengah perjuangan menyelamatkan nyawa sang cucu. (*)
Polresta Pangkalpinang Selidiki Kasus Bayi 11 Bulan Meninggal di RSBT







