Example floating
Example floating
JMSI

Ombudsman Babel Soroti Keras RSBT, Kasus Dugaan Kelalaian Tewaskan Bayi 11 Bulan

210
×

Ombudsman Babel Soroti Keras RSBT, Kasus Dugaan Kelalaian Tewaskan Bayi 11 Bulan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG (realita.news) – Dugaan kelalaian medis di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang terus menuai sorotan.

‎Setelah memperlihatkan sikap seolah tidak bersalah dengan menyebut pihak medisnya telah bekerja maksimal tapi menyebut Tuhan berkehendak lain, kini perawat RSBT menuding wartawan mengadu domba.

Sebelumnya viral di media sosial seorang ibu histeris anaknya meninggal di rumah sakit bakti timah karena tidak mendapattkan pelayaban medis.

Disebutkan, seorang bayi berusia 11 bulan bernama Al Zayan meninggal dunia usai mendapat penanganan medis yang dinilai tidak maksimal oleh pihak keluarga.

‎Kasus ini mendapat perhatian serius dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

‎Kepala Perwakilan Ombudsman Babel, Shulby Yozar Ariadhy, S.IP., MPA., M.Sc., menegaskan lembaganya akan memberikan atensi sesuai kewenangan.

‎“Permasalahan ini akan menjadi atensi Ombudsman sesuai dengan kewenangannya. Tentu saja, Ombudsman juga berharap pihak-pihak lain seperti pengawas internal maupun Dinas Kesehatan turut berperan melakukan pemeriksaan terhadap persoalan tersebut. Sementara itu, korban tetap memiliki hak untuk menyalurkan keberatannya terhadap pelayanan rumah sakit melalui mekanisme yang berlaku,” tegas Shulby saat menjawab konfirmasi anggota JMSI Babel, Kamis (04/09/2025).

‎RSBT Hanya Janji Konferensi Pers

‎Hingga kini, manajemen RSBT belum memberikan penjelasan resmi. Pihak rumah sakit disebut berulang kali menjanjikan akan menggelar konferensi pers, namun selalu dibatalkan sepihak. Situasi ini membuat awak media di Bangka Belitung merasa seakan “diprank” oleh RSBT.

‎Publik Kian Geram

‎Sikap bungkam RSBT justru memperkeruh suasana. Gelombang kritik masyarakat semakin deras, menuntut pihak rumah sakit bertanggung jawab dan meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan investigasi transparan.

‎Kasus meninggalnya Al Zayan mencuat setelah keluarga pasien mengaku kecewa dengan pelayanan RSBT.

‎Mereka menilai ada kelalaian tenaga medis yang menyebabkan kondisi bayi semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

‎Peristiwa ini memicu gelombang kritik masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

‎Publik menuntut agar RSBT bertanggung jawab dan pihak berwenang segera melakukan investigasi transparan.
(Sumber JMSI Babel

Baca Juga:  JMSI Babel Restrukturisasi Pengurus Periode 2023-2028
slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69