Ekspor komoditi Sumbar yang selama ini tercatat dan bisa menghasilkan DBH, baru CPO. Namun belakangan ini, hasilnya semakin turun, karena minimnya nilai ekspor produk tersebut.
Jadi wajar saja, bila kemudian DJPb Sumbar terus mendorong munculnya produk-produk ekspor dari Sumbar yang akan mendongkrak ekonomi daerah. Apalagi, sejak tahun 2024 ini, tugas dan fungsi DJPb, tidak lagi hanya sekadar menjalankan fungsi sebagai treasurer yang melaksanakan penyalur dana APBN di Sumatra Barat dan melakukan penatausahaan dan pelaporan keuangan APBN.
Lebih dari itu juga menjadi Regional Chief Economist yang mengkaji data fiskal APBN/APBD, mendalami analisis dampak APBN pada perekonomian lingkup regional dan penyampaian feedback atau umpan bali dan rekomendasi kepada stakeholders dan pemerintah daerah.
Sinergi dengan unit Kemenkeu lain juga menjadi tugas DjPb. Termasuk unit khusus (SMV) yang melaksanakan program yang mendukung perekonomian di fseray seperti UMKM, peningkatan infrastruktur dan lingkungan hidup.
Selain itu, juiga mendorong berkolaborasi dengan unit lain di luar Kemenkeu, seperti BI, OJK, BPS, BPK, dalam memberikan rekomendasi fiskal dan ekonomi ke pemerintah daerah antara lain dalam forum TPID.
Tugas lainnya adalah financial advisor yang melakukan penyampaian rekomendasi, pendampingab, dan dukungan teknis perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Juga memberikan advisory terkait kebijakan fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ekspor dan pengembangan pariwisata memang diakuinya akan menjadi konsennya bersama para pentahelix lainnya. Agar kemandirian fiskal Sumbar bisa terwujud dengan peningkatan pendapatan asli daerah yang terus meningkat. Selama ini, fiskal Sumbar masih jauh dari kemandirian. Dana yang dikelola masih didominasi dana pusat melalui transfer ke daerah (TKD).
Tahun ini, total belanja APBN di Sumbar mencapai Rp32,5 triliun. Jumlah itu terdiri dari Rp11,8 Triliun belanja pusat dan Rp20,7 triliun TKD. Tahun lalu, realisasi penerimaan negara di Sumbar mencapai Rp8,2 triliun dan realisasi belanja APBN mencapai Rp31,8 triliun. (yuni)
Sumber hariansinggalang,co.id







