Didit meminta DLH dan Dinas Pertanian segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh sekaligus memanggil pihak perusahaan. “Saya minta DLH dan Pertanian segera turun, cek langsung kondisi di lapangan dan panggil perusahaan. Kita harus memastikan tidak ada pembiaran terhadap potensi pencemaran lingkungan,” tegasnya.
Ketua DPRD Babel mengungkapkan bahwa dampak limbah tidak hanya dirasakan di Desa Perlang, tetapi diduga telah meluas hingga wilayah Kulur dan sekitarnya. “Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan masyarakat, khususnya nelayan dan petani yang terdampak langsung,” ujarnya.
Didit menegaskan, aktivitas ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan maupun hak hidup masyarakat. “Perusahaan wajib bertanggung jawab. Lingkungan dan keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya lagi.
Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk hadir secara serius, tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan penyelesaian yang konkret dan transparan. “Pemprov harus mengawal sampai tuntas, memastikan ada solusi, dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut,” pungkasnya.
Hingga berita ini dipublis pihak perusahaan masih dalam upaya konfirmasi. (**)







