Dari peristiwa tersebut, Ruly menyebutkan ada delapan orang warga yang mengalami luka ringan dan telah ditangani oleh petugas kesehatan. Akibat fenomena puting beliung ini, kerugian yang dialami warga ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan Ariswandi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. “Iya kemarin (11 Maret 2024) sekitar pukul 18.00 WIB terjadi bencana angin puting beliung di Desa Baru Ranji, Dusun Merbau, Kecamatan Merbau Mataram. Hingga pukul 10.30 WIB, berdasarkan data kami ada 102 rumah, dengan rincian 11 unit rusak berat, 72 unit rusak sedang dan 19 unit rusak ringan,” sebutnya.
Menurut Ariswandi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, 8 orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. “Ada 8 orang mengalami luka ringan akibat ketimpa reruntuhan seperti asbes dan genteng rumah,” ucapnya.
Ariswandi menuturkan, saat ini petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Kesehatan, Damkar, relawan dan aparat setempat masih melakukan upaya gotong royong untuk membersihkan puing-puing sisa bangunan.
“Saat ini kami terus melakukan pendataan, kami juga melakukan upaya dengan mendirikan pos kesehatan bagi korban bencana,” pungkasnya. (rn/yul/ansa)
sumber lampung geh








