“Selama ini mungkin kita belum terlalu memperhatikan bagaimana mengolah makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Mudah-mudahan ilmu yang didapat hari ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap keterampilan mengolah pangan lokal tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mendukung ekonomi rumah tangga.
“Mungkin ada ibu-ibu yang hobinya memasak dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang menunjang ekonomi keluarga melalui UMKM,” ujarnya.
Susanti turut mengapresiasi Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Pelatihan itu diikuti perwakilan sejumlah organisasi perempuan di Kota Pangkalpinang, di antaranya TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Istri Anggota Dewan, PD Salimah, Aisyiyah, Muslimat NU, Pengajian Al-Hidayah, Ibu Muda Berkarya, IWAPI, serta Kelompok Wanita Tani (KWT).
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. (***)







