Didit memaparkan secara rinci mengenai ketersediaan cadangan daya saat ini. Ia menjelaskan bahwa di Pulau Belitung telah disiapkan cadangan sebesar 12 megawatt (MW), sementara untuk Pulau Bangka tersedia sekitar 25 MW. Secara akumulatif, total cadangan daya mencapai kurang lebih 37 MW, yang jika dikonversikan setara dengan kebutuhan ratusan ribu pelanggan.
Terkait kendala teknis, Didit Menambahkan, bahwa permasalahan pada penyambung kabel bawah laut telah berhasil diatasi. Namun, ia menekankan pentingnya pengaturan jadwal pemeliharaan rutin agar tidak berbenturan dengan waktu ibadah masyarakat.
Secara tidak langsung, Didit menjelaskan bahwa pihak DPRD telah meminta PLN untuk menuntaskan seluruh agenda pemeliharaan yang membutuhkan pemadaman berdurasi tiga jam sebelum memasuki bulan Ramadan. Hal ini telah disepakati bersama agar seluruh operasional berjalan lancar tepat waktu.
Didit juga menegaskan bahwa audiensi ini dilakukan sebagai bentuk langkah proaktif legislatif dalam merespons kekhawatiran masyarakat sebelum masalah muncul.
”Alhamdulillah hari ini sudah terjawab bahwa insyaallah komitmen PLN dalam menjaga kelistrikan di Bangka Belitung, baik sistem interkoneksi maupun sistem mandiri, akan berjalan normal seperti biasa,” Ungkap Didit ketua DPRD Bangka Belitung. (*)







