JAKARTA (realita.news) — Memasuki puncak pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M, tercatat sebanyak 150 jamaah haji Indonesia meninggal dunia, baik di Madinah maupun Makkah. Informasinya tercatat dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang diakses pada Kamis (5/6/2025).
Selama 35 hari pelaksanaan rangkaian ibadah haji, jumlah jamaah yang meninggal terbanyak terjadi pada hari ke-27 yaitu tanggal 28 Mei 2025 sebanyak 13 orang. Hari berikutnya, yaitu hari ke-28 (29 Mei 2025) menempati posisi kedua dengan 11 orang, sedangkan posisi ketiga terjadi pada hari ke-34 (4 Juni 2025) sebanyak 10 orang.
Berdasarkan data Siskohat, jumlah kematian tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan angka kematian pada tahun 2024 hingga hari ke-35, tercatat ada 126 jamaah haji yang meninggal dunia di tanah suci.
Sepanjang empat tahun tahun terakhir (2022-2025), jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia terbanyak terjadi pada 2023 yaitu sebanyak 183 orang. Sementara pada 2022, yang merupakan masa transisi pandemi Covid-19, ada 29 jamaah haji yang meninggal dunia di tanah suci. Jamaah haji yang wafat didominasi laki-laki sebanyak 93 orang atau 62 persen, sedangkan perempuan sebanyak 57 orang atau 38 persen.
Dari segi usia, jamaah lansia, di atas 64 tahun, mendominasi jumlah kematian yaitu sebanyak 81 orang atau 54 persen. Sementara jamaah berusia 41-64 tahun tercatat sebanyak 69 orang atau 46 persen.
Jika dihitung dari awal pemberangkatan di Indonesia hingga kepulangan ke Tanah Air, jumlah kematian jamaah haji selama empat tahun terakhir tertinggi terjadi pada 2023, yaitu sebanyak 775 orang.
Disusul tahun 2024 sebanyak 461 orang dan tahun 2022 sebanyak 89 orang. Jamaah yang wafat berasal dari 15 embarkasi atau lokasi pemberangkatan haji. Embarkasi dengan jumlah kematian terbanyak adalah Embarkasi SUB (Provinsi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur) sebanyak 27 orang.







