Senada dikatakan Indah, warga Mentok Asin. Dia meminta agar tambang di perairan Tembelok – Keranggan jangan ditutup. “Minta tolong jangan ditutup, kami mau kerja, kami mau makan. Kalau TI ini ditutup kami makan apa?,” kata Indah.
Sementara Ratna Situmorang, warga Keranggan juga menyampaikan keluh kesahnya. “Kami menyampaikan keluhan di sini. Kalau TI ini ditutup bapak-bapak jadi pencuri, mamak-mamak jadi bingung. Hidup susah banyak hutang bisa gantung diri. Di sini ada harta karun, kami mau makan. Tolong jangan ditutup,” teriaknya dengan Toa.
Ancam Datangi Rumah Dinas
Salah satu pemilik ponton, Ibu Turah, mengancam akan mendatangi rumah Kapolsek, Danramil dan Camat Mentok untuk meminta makan. “Saya kerja di ponton. Misal ditutup, kami semua ke rumah Bapak. ke rumah Bapak Polisi, Pak Tentara, ke rumah Ibu Camat, kami mau makan. Jadi saya minta jangan ditutup Pak, ya? Modalnya besar itu Pak. Pokoknya kalau ditutup, tiap hari saya dan semua warga datang ke rumah Ibu Camat minta makan,” teriaknya.
Emak-emak lainnya, Zainab, sebagai masyarakat Keranggan Atas dan Tembelok meminta agar penambangan di perairan itu tetap dibuka. “Tolong dibuka lah Pak, jangan ditutup. Selama ini yang jualan kue, yang jualan nasi, jualan apapun warung apapun sepi Pak. Kami merasakan baru di sinilah merasakan enak jualan. Kami harap dibuka Pak, ya? Jangan ditutup, di sinilah mata pencaharian kita,” kata dia.
Menanggapi keinginan dan keluh kesah yang disampaikan oleh para penambang, panitia dan pedagang, Kapolsek Mentok IPTU Rusdi menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga kepada pimpinan masing-masing.
“Utamanya yang terpenting untuk menjaga kondusifitas di lingkungan ini, jangan ada sengol-senggolan, sama-samalah menjaga. Terkait legalitas itu bukan kewenangan kami di tingkat Forkopimcam, setidaknya kami akan menyampaikan aspirasi dari bapak ibu semua kepada pimpinan,” kata dia. (Romlan)







