Ia menambahkan, DPRD juga menyoroti kekurangan dokter, terutama dokter spesialis, di beberapa rumah sakit daerah. Menurutnya, manajemen rumah sakit seharusnya segera mengajukan penambahan tenaga medis kepada pemerintah jika mengetahui adanya kekurangan tersebut.
“Alasan yang disampaikan tadi karena kita daerah terpencil sehingga dokter spesialis enggan ditempatkan di sini. Tapi ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada solusi konkret agar kekurangan tenaga medis bisa diatasi,” kata dia.
Beliadi menegaskan bahwa DPRD Babel berkomitmen merumuskan kebijakan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada rakyat namun juga tidak merugikan rumah sakit.
Ia mencontohkan kasus pasien yang dikirim pulang meski dalam kondisi sakit parah dan akhirnya meninggal dunia, yang memicu kemarahan keluarga pasien.
“Kita tidak mau kejadian seperti itu terulang. Harus ada petugas humas rumah sakit yang menjelaskan secara terbuka kepada keluarga pasien mengenai kondisi kesehatan dan penanganannya, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya menegaskan.
Melalui RDP ini, DPRD Babel berharap dapat merumuskan sebuah formulasi pelayanan kesehatan dan SOP rumah sakit yang transparan, adil, dan mampu mencegah terulangnya persoalan pelayanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. (*)







