PANGKALPINANG (realita.news) – Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Dengar Pendapat penting bersama Direktur Utama PT Timah Tbk dan jajaran, Sabtu (13/9/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Ketua DPRD Babel ini membahas berbagai isu krusial, mulai dari potensi dan produksi timah, keberlanjutan lingkungan, hingga tata kelola pertambangan yang adil dan berkelanjutan di Bumi Serumpun Sebalai.
Di tengah gejolak harga timah yang meresahkan masyarakat, Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, memberikan angin segar dengan menyatakan komitmen perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha tanpa melakukan pengurangan karyawan.
“Mudah-mudahan jumlah ini bisa bertahan selama masih ada upaya memberdayakan SDM di Bangka Belitung,” ungkapnya, menegaskan bahwa PT Timah akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dalam kesempatan itu, Dirut PT Timah Restu Widiyantoro juga menyampaikan bahwa 80 persen persoalan berada di internal perusahaan.
Ia menargetkan peningkatan penyerapan timah dari hanya 20 persen menjadi 80 persen dengan memperketat peran kolektor, baik legal maupun ilegal. “Yang kami lihat selama ini bukan masyarakat yang menikmati hasil timah, tetapi sekelompok orang yang kami sebut kolektor. Ini yang akan kami tertibkan bersama satgas agar kebocoran bisa ditutup,” kata Restu.
Menanggapi persoalan harga timah yang anjlok, Restu menjelaskan bahwa PT Timah akan segera menggelar rapat internal untuk menentukan harga sementara, meskipun hal tersebut bukan kewenangan penuh perusahaan.
“Kami akan mencari solusi agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Kami pun memperkuat sistem pengawasan, termasuk pemasangan CCTV, serta menata kembali pengamanan internal,” jelasnya, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengatasi masalah ini.







