PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang memprioritasnya masyarakat kurang mampu terdaftar dalam Program 3 Juta Rumah Tahun 2026 dan memastikan golongan masyarakat ini mendapatkan hunian yang layak, sehat, dan terjangkau.
Program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini menjadi salah satu strategi besar pemerintah dalam mengatasi persoalan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Targetnya ambisius: pembangunan 1 juta rumah di kawasan perkotaan serta renovasi 2 juta rumah tidak layak huni di pedesaan melalui skema kredit berbunga rendah.
Walikota Pangkalpinang melalui Kepala Bagian Ekonomi, Rico Ariputra, menegaskan bahwa program ini bukan hal baru bagi daerahnya. Sejak 2024, Pemkot telah mulai merealisasikannya dan akan kembali memperkuat implementasinya pada 2026.
“Program ini sudah berjalan sejak 2024 melalui Dinas Permukiman, dan akan kita lanjutkan kembali di tahun 2026,” ujar Rico, Senin (27/4/2026).







