Saat ini, Pemkot tengah melakukan proses pemetaan calon penerima manfaat. Langkah ini dinilai krusial agar bantuan benar-benar tepat sasaran, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi di bawah standar kelayakan.
“Kita sedang mapping penerima manfaat. Prioritasnya jelas, masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama yang rumahnya tidak layak huni,” jelasnya.
Pelaksanaan program diperkirakan akan dimulai pada pertengahan hingga akhir tahun 2026, seiring dengan penyusunan dokumen teknis oleh perangkat daerah terkait. Biasanya, realisasi program akan berlangsung pada rentang Juni hingga November.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemkot Pangkalpinang berharap program ini tidak hanya menjadi proyek pembangunan semata, tetapi juga solusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (***)







