BELITUNG — Bangka Belitung adalah provinsi yang istimewa. Daerah ini memiliki tiga potensi sumber daya alam yang tidak semua provinsi di Indonesia memilikinya. Ada pertambangan, perkebunan dan perikanan. Lengkap.
Selain hasilnya yang bisa digunakan untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, ada potensi lain dari ketiganya yang bisa dikembangkan. Pariwisata.
Wisata alam, wisata tambang dan wisata laut atau pantai. Ketiga potensi ini juga ada di dua pulau besar yang menjadi nama provinsi, Bangka dan Belitung. Namun diakui, untuk wisata, Pulau Belitung memang maju selangkah dari Pulau Bangka. Daerah ini lebih banyak dikunjungi wisatawan baik wisatawan regional, nasional ataupun internasional.
Kondisi ini tidak terlepas juga dari novel serial karya Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’. Belotung yang telah terkenal dengan keindahan alamnya semakin menarik minat wisatawan untuk mengunjungi SD Muhammadiyah dan lokasi lain yang menjadi objek utama dalam novel yang kemudian difilmkan itu.
Dengan tidak meninggalkan perkembangan objek wisata di Pulau Bangka, Calon Wakil Gubernur Bangka Belitung, Yuri Kemal mengatakan, dengan keindahan alam yang dimiliki ditambah budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini, maka tak menutup kemungkinan Pulau Belitung berpotensi besar untuk menjadi destinasi pariwisata bertaraf internasional.
Namun, lanjut dia, untuk mewujudkan hal itu perlu dirancang strategi kompherensif yang berfokus pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan inovasi pariwisata.
“Seperti konsep pariwisata berkelanjutan, penerapan zona ekowisata seperti hutan bakau, terumbu karang, dan flora/fauna lokal dilindungi dengan fasilitas ramah lingkungan. Pengunjung dapat menikmati wisata edukasi seperti snorkeling, ekowalk, atau penanaman mangrove,” kata Yuri, Senin (18/11/2024).
Gagasan lainnya untuk mewujudkan hal yang dimaksud juga dengan membangun infrastruktur yang berkarakter lokal seperti resort, vila, dan fasilitas umum menggunakan desain khas Belitung dengan sentuhan modern, seperti rumah panggung berbahan kayu lokal.
“Transportasi ramah lingkungan juga harus mulai diterapkan semisalnya kendaraan listrik atau sepeda sehingga bisa menjadi sarana transportasi utama di pulau ini,” ungkap Yuri.
Selain itu, dikatakan Yuri, pengalaman budaya dan tradisi juga harus terus dihidupkan terkhusus desa wisata budaya, dimana nantinya dapat menampilkan kehidupan tradisional masyarakat Belitung, seperti seni tari, kerajinan, dan kuliner khas seperti mie Belitung atau gangan.







