Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan, jaringan air bersih, dan pemeliharaan fasilitas umum terus dilakukan dengan tingkat realisasi mencapai 91,56 persen.
“Selain itu, dalam sektor sosial, pemerintah memberikan bantuan kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia terlantar, anak terlantar, serta korban bencana,” ujarnya.
Pada bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5,98 persen. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pelaksanaan job fair dengan 904 lowongan kerja serta pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja.
Namun demikian, realisasi investasi mengalami penurunan menjadi Rp2,62 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,94 triliun. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus meningkatkan daya tarik investasi di daerah.

Dalam mendukung program nasional, Pemkot Pangkalpinang juga melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan 42 Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Di sisi lain, berbagai inovasi pelayanan publik juga terus dilakukan, termasuk layanan administrasi kependudukan di hari libur dan program jemput bola ke masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, Kota Pangkalpinang juga berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, penghargaan Daerah Tertib Ukur, serta predikat badan publik informatif dalam keterbukaan informasi.
Menutup penyampaiannya, Walikota menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. LKPJ tersebut selanjutnya akan dibahas oleh DPRD untuk menghasilkan rekomendasi sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program pembangunan di tahun berikutnya. (adv)







