Ia juga menambahkan, saat ini dunia tengah bergerak ke arah tren wisata sehat dengan kualitas udara terbaik. Hal ini menjadi peluang emas bagi Belitung yang telah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, status UNESCO Global Geopark, serta kekayaan hayati laut dan darat yang mendukung konsep ekowisata berkelanjutan.
“Belitung sangat potensial untuk menjadi ikon wisata sehat bebas emisi di Indonesia,” tegas Dyah.
Untuk semakin meyakinkan akan program Belitong Carbon Free Island ini, salah satu staf dari Kementerian KKP, Bowo memaparkan keunggulan yang dimiliki Pulau Belitung.
Riset dan kajian yang telah dilakukan oleh pihaknya, menjadikan peluang untuk Belitong sebagai Carbon Free Island sangat terbuka.
“Pulau Belitung telah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark, ekosistem karbon biru dan terestrial yang masih terjaga, dan Belitung juga memiliki potensi keterserapan karbon menuju net zero emission. Sehingga dapat disimpulkan Belitung sangat mampu bahkan lebih untuk mencapai hal serupa yang dimiliki Jeju Island,” jelasnya.
Ikut mendampingi Wagub Hellyana dalam kunjungan itu, Kadisparbudkepora Babel, Widya Kemala Sari, dan Direktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung, Daniel Alexander dan diikuti oleh pimpinan dan jajaran di KKP RI. (*)
(Sumber Diskominfo)







