Kedua, perlunya perubahan mindset masyarakat, tak hanya retorika, namun melakukan action. Walaupun menurutnya hal ini sulit, namun tetap harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Babel.
“Ketiga revitalisasi kelembagaan dan budaya aparatur. Bagaimana lembaga kepariwisataan itu mengelola tetapi menjadi satu. Misalnya saat ini di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga sendiri ada 4 sektor, tentu evaluasi Susunan Organisasi Tata Kerja perlu menjadi masukan ke depan, untuk menyinergikan dan mengolaborasikan, sehingga kelembagaan bisa lebih efektif,” tuturnya.
Keempat, keberpihakan anggaran sehingga sektor apa yang ingin diunggulkan bisa tepat sasaran. “Jika ingin bangun pertanian, swasembada pangan, kami menawarkan masukan kegalauan petani pertama soal modal, kedua ketika gagal siapa yang menjamin, jika berproduksi siapa pembelinya/ memastikan offtaker. Pemerintah dengan dukungan politik bisa hadir misalnya melalui subsidi pupuk atau permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” terangnya.
Kendati perannya sebagai Penjabat Gubernur ada keterbatasan waktu untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan, namun Sugito berharap masukkannya ini bisa diterapkan di dasar kebijakan, sebagai acuan bagi kepala daerah terpilih dan dukungan politik dari DPRD.
Sementara itu, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Penjabat Gubernur, BPS, BI Perwakilan Babel, dan pihak akademisi untuk menyusun langkah preventif agar ekonomi di daerah tidak terjun bebas dan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai. (*)
(Sumber Diskominfo)







