Tidak ada kejahatan yang sempurna, kata Kombes Arvan. “Anggota langsung menyebar dan yang pasti setiap langkah pelaku meninggalkan jejak, dan itulah yang berhasil ditemukan tim di lapangan hingga akhirnya mengarah pada penangkapan di Kalidoni, Kota Palembang,” tuturnya.
Lebih lanjut Arvan mengatakan, saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan. Penangkapan yang dilakukan secara mendadak membuat mereka tidak sempat bereaksi.
“Karena kita tangkap secara tiba-tiba, mereka juga kaget. Tidak menyangka kalau sedang diburu dan akan ditangkap saat itu juga,” tambahnya.
Saat ini, pelaku sudah berada dalam pengawasan pihak berwajib dan proses pemeriksaan. Mengenai kemungkinan pengembangan lebih lanjut, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih rinci. “Untuk yang lain, nanti dulu ya. Sekarang kita fokus dulu pada pemeriksaan awal,” tukasnya.
Arvan juga memastikan akan melakukan rekonstruksi ulang untuk mengungkapkan peristiwa itu secara terang benderang. (Tim JMSI Babel)







