Perjalanannya dengan Korea Selatan pun berakhir. Bento yang kini berusia 56 tahun ini melanjutkan kariernya untuk melatih timnas Uni Emirat Arab (UEA) selama dua tahun.
Statistiknya bersama UEA adalah 14 kemenangan, lima seri, dan tujuh kekalahan. Sayang, perjalanannya bersama UEA tak berlanjut setelah pelatih yang pernah cukup sukses melatih Sporting Lisbon ini hanya mempersembahkan satu kemenangan dari lima laga terakhirnya.
3. Jesus Casas
Dari daftar ini, Jesus Casas juga menjadi kandidat pelatih yang banyak disebut-sebut. Casas adalah pelatih asal Spanyol yang sudah mengenal kultur sepak bola Asia. Ia pernah melatih timnas Irak selama hampir tiga tahun, mulai November 2022 sampai Maret 2025.
Bersama Singa Mesopotamia, Casas memimpin tim dalam 33 pertandingan dengan catatan 20 kemenangan, empat seri, dan sembilan kekalahan. Di bawah kendalinya, Irak mencetak 75 gol dan kebobolan 51 gol. Ia mempersembahkan satu trofi, yaitu Piala Teluk 2022/2023.
Casas yang kini berusia 51 tahun adalah pelatih berpengalaman di Eropa. Ia pernah menjadi asisten pelatih timnas Spanyol di tiga era, yaitu Luis Enrique (31 laga), Roberto Moreno (10 laga), dan Luis de la Fuente (1 laga).
Sebelum bersama timnas Spanyol, Casas menjadi bagian keberhasilan FC Barcelona di bawah asuhan Luis Enrique meraih sembilan trofi bergengsi, termasuk treble winner musim 2014/2015. Kala itu, ia berperan sebagai Match Analyst.
4. Juan Antonio Pizzi
Lahir di Sante Fe, Argentina, tapi berkebangsaan Spanyol, Juan Antonio Pizzi adalah pelatih yang malang melintang di sepak bola Asia.
Tercatat ada empat tim yang pernah ia latih di Asia, salah satunya adalah timnas Arab Saudi yang ia latih di Piala Duna 2018 di Rusia. Ketika itu, tim yang dipimpinnya gugur di babak grup, setelah hanya menang satu kali melawan Mesir.
Sukses besar yang dimiliki Pizzi melatih tim nasional adalah ketika ia melatih Chile. Tim ini, yang diperkuat Alexis Sanchez, berhasil menjadi juara Copa America 2016 di Amerika Serikat.
Saat itu, Chile mengalahkan Argentina di final dengan skor 4-2 pada babak adu penalti. Salah satu penendang penalti Argentina yang gagal adalah Lionel Messi. Kemenangan Chile dan kegagalan Argentina membuat Messi sempat memutuskan pensiun dari tim nasional.
5. Felix Sanchez
Nama Felix Sanchez dapat menjadi pertimbangan PSSI. Pelatih asal Spanyol ini adalah pelatih pertama Qatar di Piala Dunia, saat mereka memainkan debutnya di turnamen akbar ini ketika menjadi tuan rumah pada 2022.
Di Piala Dunia 2022, Qatar memang gagal total. Namun, kepemimpinan Sanchez di tim The Maroon masih menghadirkan kesuksesan, setelah tim ini dibawanya menjadi juara Piala Asia 2019 di Uni Emirat Arab.
Saat itu, Qatar menjadi juara dengan rekor sempurna, yaitu tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan. Mereka bahkan selalu menang dengan catatan nirbobol sampai semifinal.
Namun, catatan nirbobol ini pupus pada laga puncak setelah kemasukan satu gol dari Jepang. Kendati demikian, tiga gol yang Qatar cetak membuat mereka keluar sebagai juara
Sanchez melatih tim nasional Qatar selama hampir satu dekade, mulai 2013, dengan menahkodai tim U-19, U-20, U-23, sampai tim senior. Setelah hengkang dari tim nasional, pelatih 49 tahun ini melatih Al Sadd, yang dibawanya juara Liga Qatar musim 2024/2025. (*)







