Real Madrid menggandakan keunggulan pada menit ke-21. Berawal dari umpan terobosan Guler yang membelah pertahanan Racing, Bellingham mengejar bola dan melewati Agirrezabala dengan sontekan. Ia kemudian menceploskan bola ke gawang kosong untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Dominasi Real Madrid semakin lengkap pada menit ke-36. Yan Diomande mencetak gol ketiga melalui tembakan voli keras dari depan kotak penalti. Bola meluncur deras ke gawang Racing Santander tanpa mampu dihalau Agirrezabala.
Keunggulan tiga gol membuat Real Madrid nyaman mengendalikan pertandingan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Racing Santander tampil lebih agresif dan berusaha mengejar ketertinggalan. Tuan rumah bahkan mendominasi penguasaan bola hingga sekitar 70 persen. Namun, dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya.
Real Madrid hampir menambah keunggulan melalui tembakan keras Mbappe, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.
Racing Santander sempat mendapat hadiah penalti setelah Aurelien Tchouameni diduga melakukan handball saat berduel dengan Matteo Prati di kotak penalti Real Madrid. Namun, setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), wasit Jose Luis Montero membatalkan keputusannya.
Pertandingan juga sempat dihentikan setelah sejumlah benda dilemparkan ke lapangan. Wasit Montero bahkan memperlihatkan sebuah korek api kepada ofisial keempat sebagai salah satu benda yang ditemukan.
Tidak ada gol tambahan hingga laga berakhir. Real Madrid pun membawa pulang kemenangan 3-0 sekaligus menjaga momentum positif dalam persaingan papan atas Liga Spanyol. (*)







