“Pantai kita terus mengalami pengikisan, sehingga penanaman mangrove perlu dijaga bersama agar memberikan dampak nyata dalam menjaga pesisir,” katanya.
Kepala Desa Selingsing, Haryanto, menyambut baik keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan tersebut.
Ia menilai kolaborasi yang dibangun PT TIMAH bersama masyarakat menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap wilayah operasionalnya.
“Kami berterima kasih karena Desa Selingsing dilibatkan dalam kegiatan penanaman mangrove ini. Kolaborasi seperti ini sangat positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Haryanto berharap PT TIMAH terus menghadirkan program-program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Mulya Mandiri Desa Selingsing, Iil, mengaku bersyukur kelompoknya dipercaya menyediakan 5.000 bibit mangrove jenis pucuk hijau untuk kegiatan tersebut.
Menurutnya, musim selatan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan penanaman mangrove karena tingkat keberhasilan tumbuh relatif tinggi. “Jika ditanam pada pagi hari, tingkat keberhasilan tumbuh mangrove bisa mencapai sekitar 80 persen,” jelasnya.
Melalui penanaman ribuan bibit mangrove ini, PT TIMAH berharap dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mengurangi abrasi, serta memperkuat sinergi perusahaan dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (*)







