Dalam dunia bonsai, terdapat kategori bonsai taman dan bonsai kontes. Bonsai yang diserahkan kepada PT TIMAH merupakan jenis bonsai kontes yang memiliki nilai seni tersendiri dan biasa diikutsertakan dalam berbagai perlombaan.
Menurut Dimas, membentuk bonsai membutuhkan ketelatenan, kesabaran, serta waktu yang panjang. Setiap pohon memiliki karakteristik yang harus dipahami agar dapat tumbuh dan memiliki bentuk yang indah.
Karena itu, PPBI Kota Pangkalpinang juga menyatakan kesiapannya untuk membantu PT TIMAH dalam merawat bonsai-bonsai tersebut agar tetap terjaga keindahan dan kualitasnya.
“Kami siap membantu PT TIMAH melalui PPBI untuk merawat bonsai yang ada di taman ini. Jadi, bukan hanya menyerahkan tanaman, tetapi kami juga ingin ikut memastikan bonsai ini tetap terawat,” jelasnya.
Lebih dari sekadar memperindah taman, Dimas berharap keberadaan bonsai tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal seni bonsai dan potensi tanaman lokal.
Ia juga ingin semakin banyak masyarakat Bangka Belitung yang tertarik mempelajari dan mengembangkan bonsai. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan tanaman yang berpotensi dikembangkan menjadi bonsai bernilai seni tinggi.
Melalui kolaborasi ini, PPBI Pangkalpinang berharap masyarakat tidak hanya menikmati keindahan bonsai, tetapi juga memahami proses, kreativitas, dan nilai pelestarian lingkungan di baliknya.
Inisiatif PPBI Kota Pangkalpinang ini sejalan dengan upaya PT TIMAH dalam menghadirkan lingkungan yang asri dan nyaman bagi masyarakat. Keberadaan ruang terbuka hijau yang dilengkapi berbagai tanaman hias diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi pengunjung sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kolaborasi ini juga menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk kontribusi komunitas yang memiliki minat dan keahlian di bidang tanaman hias. (*







