UNIVERSITA BANGKA BELITUNG — Sebanyak 79 mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Bangka Belitung mengikuti kegiatan pembelajaran inovatif dalam mata kuliah Manajemen Keuangan melalui metode simulasi karya wisata.
Pembelajaran inovatif yang dirancang dosen pengampu mata kuliah, Muhammad Qomaruddin Ridwan, S.E., M.Sc., diadakan di Kampus UBB Balun Ijuk, tanggal 25 Februari 2026 peserta dibagi atas dua kelas yaitu kelas 25AK1 dan kelas 25AK2 “Kegiatan ini bertujuan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan partisipatif bagi mahasiswa dalam memahami konsep dasar manajemen keuangan,” kata Muhammad Qomaruddin Ridwan.
Dalam pembelajaran ini, mahasiswa dibagi lagi dalam delapan kelompok yang masing-masing mempelajari topik berbeda dalam manajemen keuangan, yaitu present value, future value, annuitas, rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio pasar. Setiap kelompok kemudian menyusun karya visual berupa mind map yang menggambarkan konsep utama, rumus, serta contoh penerapan dari materi yang dipelajari.
Berbeda dengan metode presentasi kelas konvensional, karya yang telah dibuat mahasiswa dipajang di ruang kelas menyerupai pameran karya. Setiap kelompok menugaskan satu anggota untuk berjaga di stand karya guna menjelaskan materi kepada pengunjung, sementara anggota kelompok lainnya berkeliling mengunjungi karya kelompok lain untuk mempelajari konsep yang berbeda.
Melalui model ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga sebagai mediator yang menjelaskan konsep keuangan kepada teman-temannya. Suasana kelas pun berubah menjadi ruang belajar yang lebih dinamis. Kegiatan diskusi, tanya jawab, dan pertukaran gagasan terjadi secara aktif di setiap stand.
Menurut Muhammad Qomaruddin Ridwan, metode ini dirancang untuk mendorong mahasiswa agar lebih aktif memahami konsep, bukan sekadar menghafal rumus.
“Melalui simulasi ini mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep keuangan secara teoritis, tetapi juga belajar menjelaskan dan mengkomunikasikan konsep tersebut kepada orang lain. Proses ini membantu mereka membangun pemahaman yang lebih mendalam,” katanya.







