Selain itu, pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan agar pelaksanaan pendataan dapat berjalan lancar.
“Kami sudah membantu dalam pendampingan pengisian data perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Pangkalpinang. Selain itu, sosialisasi juga telah dilakukan kepada masyarakat melalui kecamatan dan kelurahan agar masyarakat memahami pentingnya sensus ekonomi ini,” jelasnya.
Juhaini menambahkan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan lebih lanjut apabila dalam proses pendataan ditemukan berbagai kendala di lapangan.
Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik dan sukses. Pemerintah Kota Pangkalpinang siap membantu apabila terdapat kendala selama proses pengumpulan data. Harapannya, sensus ini mampu menghasilkan data ekonomi yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Kota Pangkalpinang ke depan,” tutupnya.
Pelatihan petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 tersebut diikuti oleh 216 calon petugas lapangan yang akan bertugas mengumpulkan data usaha dan kegiatan ekonomi di berbagai sektor.
Hasil sensus nantinya akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian daerah sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan. (mdq)







