PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga bahan pokok setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (20/7/2026).
Rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, itu diikuti seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia sebagai langkah memperkuat sinergi pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, menghadiri rakor tersebut. Ia menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Pangkalpinang hingga Juni 2026 masih berada dalam koridor yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Kota Pangkalpinang pada Juni 2026 tercatat 0,30 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m), 2,28 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), dan 0,73 persen secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d).
“Capaian tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen,” kata Juhaini kepada Mediaqu.id.
Meski inflasi masih terkendali, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar kenaikan harga pada Juni 2026. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain bensin, angkutan udara, daging ayam ras, dan emas perhiasan.
Menurut Juhaini, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya tarif angkutan udara, penyesuaian harga BBM nonsubsidi, serta terbatasnya pasokan daging ayam di pasaran.







