JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni pertalite, sebagai respons dari perpindahan konsumen BBM nonsubsidi ke subsidi.
“Ada kenaikan kuota. Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Masih kami kaji,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat.
Bahlil menjelaskan penambahan kuota pertalite disebabkan oleh konsumen BBM nonsubsidi RON 92, seperti pertamax, yang berpindah ke pertalite. Perpindahan tersebut terjadi akibat kenaikan BBM sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz.
Perpindahan konsumen tersebutlah yang menyebabkan pemerintah harus melakukan penyesuaian kuota pertalite.







