“Wisuda ini adalah bukti perjuangan kami bersama. Saya bersyukur bisa kuliah dan lulus bersama ayah. Ini menjadi pengalaman sekali seumur hidup yang tak akan terlupakan,” kata Silvia.
Momen wisuda ayah dan anak ini pun menjadi sorotan dan menginspirasi banyak orang. Tak sedikit hadirin yang terharu dan memberikan apresiasi atas semangat belajar lintas generasi yang ditunjukkan oleh Syaflizar dan Silvia.
Rektor UBH, Prof. Diana Kartika, turut menyampaikan apresiasinya. “Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah proses tanpa batas usia. Sinergi orang tua dan anak dalam menuntut ilmu patut menjadi teladan,” ujarnya.
Kisah Syaflizar dan Silvia menjadi bukti bahwa di balik toga dan ijazah, ada semangat pantang menyerah, kerja keras, dan dukungan keluarga yang menjadi kunci kesuksesan. Dan pada wisuda ini, mereka tak hanya membawa pulang gelar, tapi juga kisah inspiratif yang akan terus dikenang. (*)
(sumber singgalang.id)







