Sementara itu, Kepala Cabang Pendidikan I Dinas Pendidkan Bangka Belitung Syamsul Bahri mengatakan dibutuhkan inovasi dan pola pola baru untuk memberikan meteri pembelajaran kepada anak anak didik. “Anak anak sekarang tidak hanya butuh yang berkaitan dengan pengetahuan yang berkaitan dengan akademik tapi juga non akademik. Waktu yang tersedia bagi anak anak di sekolah tidak cukup untuk melakukan kedua hal tersebut, makanya anak anak harus ikut bimbingan belajar,” jelasnya lagi.
Menurut Syamsul, apa yang disampaikannya dia dia alami sendiri. Saat ini, dua anaknya tercatat sebagai anak bimbinan belajar di GEC. “Betul kata Pak Sekda tadi, mungkin ada orang tua punya waktu untuk membantu anaknya menyelesaikan PR anaknya tapi mereka kurang mampu. Dan begitu juga sebaliknya, mungkin seorang ayah mampu membantu anaknya tapi mereka tidak punya waktu karena bekerja. Nah supaya anak anak tidak buntu dalam masalah pelajaran yang dihadapi, ikut bimbel ada;ah langkah terbaik. Kami sekeluarga sangat terbantu dengan bisanya anak kami tercatat sebagai peserta didik di GEC ini,” katanya.
Apa yang menjadi harapan para orangtua tersebut, dijawab tuntas oleh Susi Lidyawati, M.Si., Direktur GEC. Menurutnya, mereka memikul tanggungjawab untuk menciptakan pelajar yang berkualitas sehingga terus mengembangkan diri dengan mencari pola pola pembelajaran yang menarik minat pelajar menuntut ilmu. “Kita tidak hanya terfokus pada sisi akademik saja tapi juga membaginya untuk sisi non akademik meski porsinya lebih sedikit. Tujuannya agar anak didik tidak bosan,” jelasnya.
Sementara itu, Agus Sugihartono Kepala SMK 3 Pangkalpinang yang juga Ketua PGRI Bangka Belitung sekaligus Owner GEC menceritakan keberhasilan anak anaknya dan anak koleganya setelah mendapat bimbingan belajar di GEC. “Sayya banyak mendapat apresiasi dari para orangtua karenanya sekarang kita akan terus mendirikan GEC GEC lain di Bangka Belitung, Tahun ini kita usahakan berdiri di Sungailiat dan sekarang baru berdiri di Prabumulih, Sumatera Selatan,” katanya. (repli)
yang diberikan di sekolah, saya rasa sekarang ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan materi pelajaran untuk bisa membawa
Undangan yang hadir
rasa







