Ia juga menyinggung kebiasaan belanja daring melalui berbagai platform digital. Candaan tersebut membuat suasana kegiatan semakin cair sebelum jamaah mengikuti ceramah agama.
Agustu mengatakan Pemerintah Kota Pangkalpinang sebelumnya telah menerbitkan surat edaran mengenai pembatasan penggunaan gawai bagi anak-anak sekolah.
Ia menyampaikan kemungkinan kebijakan serupa dapat menjadi bahan pembahasan untuk penggunaan gawai secara lebih bijak di lingkungan masyarakat.
“Ini akan saya usulkan juga kepada Pak Wali Kota. Kita ini sudah cemburu dengan HP,” ujarnya.
Selain persoalan teknologi, Agustu memberikan apresiasi kepada Majelis Taklim An-Nisa yang dinilai aktif menghidupkan kegiatan keagamaan di Kecamatan Gabek. Ia berharap semangat tersebut dapat ditiru oleh kecamatan lain di Pangkalpinang.
Menurut dia, kegiatan seperti tabligh akbar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi dan menambah pengetahuan keagamaan.
Ia kemudian mengajak seluruh jamaah menyimak ceramah yang disampaikan oleh Habib Husein Assegaf.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua dan kita mendapatkan rahmat dari Allah SWT,” kata Agustu. (Rea)







